Yang dibenci dan dikagumi Allah

Filed under: ARTIKEL |

Baca Lukas 16:15 ” Kamu membenarkan diri dihadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah

Saya terkesima ketika membaca Lukas 16:15, yang berbunyi ,”…kamu membenarkan diri dihadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang disenangi dan dikagumi oleh manusia, dibenci oleh Allah.” apa yang selama ini kita kagumi-kekayaan, sukses dalam karir, ketrampilan, kecantikan, ketampanan, kesenangan dan kemegahan dunia. menurut ayat ini malah dibenci oleh Allah, pernahkan saudara berpikir sejauh itu ?

Amsal 6:16-19 ”  Mengatakan bahwa ada tujuh perkara yang dibenci Allah, yaitu mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana jahat, kaki yang lari kepada kejahatan, berbohong, dan pertengkaran.

Hal itu dipertegas dalam kitab Samuel 16:7, janganlah pandang paras dan keperawakannya yang tinggi, sebab aku telah menolaknya.Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat apa yang didepan mata tetapi Tuhan melihat hati.

Kadang-kadang kita bertanya, apakah kita tidak boleh kaya, sukses, memiliki ketrampilan,  cantik dsb ?  Jawabnya : tentu saja boleh asal itu digunakan untuk kepentingan Allah bukan untuk kepentingan diri sendiri.

Kalau kita menjadi kaya, itu bukan karena usaha kita tetapi karena Allah menghendaki kita Kaya, begitu pula kalo kita sukses karena Allah berkenan kita menjadi sukses dalam hidup.

Bagaimana supaya Allah berkenan dan mengagumi kita?  jawabnya : kita hendaknya hidup dalam firman Tuhan. ada lima hal yang dikehendaki Allah dari kita :

Kerendahan hati (Mazmur 144:4), mengendalikan diri (Amsal 25:28), Taat (1 petrus 1:14), mengabdi kepada Allah (mat 6:24), dan kasih terhadap sesama (Ibrani 10:24).

Tetapi mana ada orang yang dapat melakukan semuanya itu ?

Jawabnya : “Ada” , hanya orang yang bertumbuh dalam iman yang dapat melakukan itu semua, saya sering bertemu dengan orang-orang seperti itu.

Ya sebenarnya semua orang dapat melakukannya, tetapi karena kita kurang tekun dalam iman, seringkali kita gagal untuk mengambil bagian dalam kekudusan Allah.kita cepat patah semangat,tidak mau terus mencoba dan melawan kedagingan kita sehingga kita tampil sebagai pemenang.

Jangan putus asa, mari kita terus hidup menurut jalan Allah, bukan saja orang lain yang mengagumi kita tetapi Allah pun akan mengagumi kita.

Ditulis oleh :RT

Share This Post

Posted by on October 12, 2012. Filed under ARTIKEL. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry