Rasa Aman Yang Salah

Filed under: Teologia Kebenaran |

Baca 3 : 23 ” Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk. “

Rasa aman manusia  seringkali ditimbulkan jika seseorang bersandar kepada suatu pribadi / benda, bersandarnya seseorang kepada suatu pribadi / benda yang dianggap dapat melepaskan dia dari segala masalah, kesengsaraan, kemiskinan, bahkan kesakitan dan aniaya.

Dalam perjanjian lama, 2 Tawarikh 25:1-15 ; kisah Raja Amazia yang berperang berhasil mengalahkan bangsa edom, dengan pertolongan Tuhan Raja Amazia berhasil memukul mundur 10.000 orang dari bani Seir, Tuhan menyertai Raja Amazia dalam setiap peperangan, sehingga dia berhasil memenangkan perang, dan sayangnya dipuncak kemenangannya dia merampas illah-illah bani Seir dan menjadikannya Allah, ia sujud menyembah kepada Allah-allah bani Seir dan membakar korban untuk mereka.

Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Amazia; Ia menyuruh seorang nabi kepadanya yang berkata: “Mengapa engkau mencari allah sesuatu bangsa yang tidak dapat melepaskan bangsanya sendiri dari tanganmu?”(2 Tawarikh 25:15) .

Saudaraku jika membaca kisah raja Amazia, kisah ini kiranya mengingkatkan kepada kita bahwa Kecenderungan manusia masa sekarang adalah sewaktu  susah selalu mengandalkan Tuhan diatas segalanya, diwaktu kita berjaya kita seringkali melupakan Tuhan, diwaktu kita berjaya dan sukses kita seringkali menjadikan harta, kekayaan, kesuksesan, karir sebagai tameng / rasa aman, dengan menumpuk harta di bumi, manusia seringkali menjadikan kesuksesan, karir, harta dan kekayaan sebagai rasa aman bagi manusia dan seringkali kita melupakan Tuhan sebagai tempat sandaran kita.

Cinta uang dan harta berarti mencintai dunia, mencintai dunia beserta kesenangan-kesenangannya adalah suatu dosa berhala masa kini, kita menjadikan harta dan kekayaan sebagai berhala yang kita sanjung dan kita puja, yang kita buru dan yang terpenting sebagai tempat untuk rasa aman manusia. Allah adalah Allah yang cemburu, dia mengingini umatnya dengan cemburu (Keluaran 34:14).

Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk, Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak.Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang. Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.(Amsal 3:23-26).

Mari saudara, kita mau menciptakan rasa aman kita hanya melalui Yesus Kristus Tuhan kita, segala harta dan kekayaan kita tidak bisa memberikan rasa aman yang pasti, oleh karena itu pastikan rasa aman itu hanya berasal dari Tuhan, bukan dari dunia ini.

Maukah saudara menaruh semua kekuatiran dan rasa aman kepada Tuhan Yesus ?

Ditulis oleh : RT

Share This Post

Posted by on October 27, 2012. Filed under Teologia Kebenaran. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry