Mengucap Syukur

Filed under: ARTIKEL |

Baca Roma 13:3 : ” Jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah ( manusia siapa saja), hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah (sesama manusia)? perbuatlah apa yang baik dan kami akan beroleh pujian dari padanya”

Bila seseorang diberi sesuatu, pasti ia akan mengucapkan “terima kasih”.namun, bila ia terus menerus diberi sampai dengan hal-hal yang menentukan hidup mati seseorang, tentunya orang itu akan sangat berterima kasih dan bersyukur atas pemberian orang tsbt, dan rasanya tidak sabar untuk membalas kebaikan orang tersebut,Namun, banyak orang yang tidak tau berterima kasih dan tidak pernah mengucap syukur atas pemberian dan kebaikan dari orang lain, seperti pepatah mengatakan “Sudah ditolong malah memukul, dikasih hati malah minta jantung “.

Saudara dalam pembacaan hari ini, mengajarkan kepada kita bahwa Allah sudah begitu baik untuk mendamaikan manusia dengan allah, dengan jalan mengutus anakNYA yang tunggal Yaitu Yesus Kristus untuk mati menanggung dosa umat manusia, sehingga manusia tidak binasa melainkan berolah hidup yang kekal (Yohanes 3 :16) . tanpa pengorbanan Yesus kristus untuk menanggung dosa manusia, semua manusia yang ada dimuka bumi ini akan binasa , tapi dengan kasihnya kita diangkat menjadi anak-anakNYA , jadi sudah saatnya kita harus mengucap syukur dan berterima kasih atas kebaikan Tuhan atas hidup kita manusia.

Rasa syukur itu dapat diwujudkan dalam bentuk pembaruan diri secara terus menerus (Filipi 2:14-16 & Kol 3:1-3).Pembaruan diri itu mengarah kepada teladan yesus kristus, artinya kita harus menjadi serupa dengan dia (Filipi 2:1-5 ; 13-14).

Kerika seseorang mengalami kegagalan atau jatuh kedalam dosa, seketika itu juga ia harus melakukan pembaruan diri atau bertobat karena Allah yang penuh kemurahan itulah yang menuntunnya kepada pertobatan (Roma 2:4)

Bertobat berarti meninggalkan dosa, Meninggalkan kehidupan yang lama, meninggalkan kebiasaan yang tidak berkenan dimata tuhan,  melakukan perubahan pikiran, yang menyangkut kehendak, intelek dan emosi manusia disatukan dengan kehendak / Keinginan Allah.

Jadi bukan keinginan kita sendiri yang terjadi, tapi keinginan Allah yang kita lakukan, itulah yang menjadi wujud konkrit bahwa kita bersyukur atas kebaikan Tuhan dengan memuliakan Tuhan.

Bagaimana dengan saudara? apakah saudara pernah menyadari betapa besarnya hutang budi saudara kepada Allah ? Untuk itu, selayaknNYA dengan cara hidup taat sesuai dengan rencana-NYA.

Share This Post

Posted by on October 6, 2012. Filed under ARTIKEL. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry