Mengendalikan Pikiran

Filed under: ARTIKEL |

Baca Matius 9 : 4 : ” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, q  lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? “

Iblis seringkali menjatuhkan umat allah bukan dengan masalah / sakit penyakit, tetapi kecenderungan kebanyakan dari manusia jika didalam persoalan hidup yang berat , maka manusia itu pasti lebih dekat dengan Tuhan, lebih kudus, lebih giat melayani Tuhan, dan lebih banyak bersekutu dan bergumul dengan Tuhan.

Pernahkah saudara mengalami sakit penyakit, beban yang berat, persoalan hidup yang rasanya tidak bisa diatasi / mustahil ada jalan keluarnya? mungkin saudara pernah mengalami itu semua, hal yang sakit / beban / persoalan seringkali membawa kita untuk lebih mencintai Tuhan dan bersungguh -sunguh berharap pertolongan Tuhan.

Jika terjadi situasi yang sebaliknya, anda sudah memiliki hidup yang  nyaman (comfort zone), harta yang melimpah, sehat bugar tanpa penyakit, mempunyai banyak portfolio bisnis dan deposit, apakah dengan situasi seperti ini, saudara masih setia kepada Tuhan ?  dalam kondisi  zona nyaman / comfort zone apakah anda masih bersunguh-sunguh lebih giat lagi mencari Tuhan dibanding pada saat waktu dulu anda masih susah / menghadapi badai persoalan hidup yang berat dan kemiskinan?

Saya yakin jika anda tidak berhati-hati dan tidak bisa mengendalikan pikiran / hasrat / keinginan, pasti anda menjauh dari Tuhan dibanding anda dulu waktu bergelut dalam kemiskinan / tekanan hidup.

Iblis memakai trik ini, untuk menjatuhkan anak-anak Allah dijaman sekarang ini,  dijaman perjanjian lama anda dapat melihat bagaimana iman-iman anak-anak Allah sewaktu zaman rasul-rasul, mereka diburu, dibunuh , dianiaya, tapi mereka tetap mempunyai iman yang tangguh, tapi setelah memasuki order baru / zaman perjanjian baru, bahkan kita melihat sedikit sekali aniaya yang dialami oleh anak-anak Allah, iblis berusaha menina bobo kan kita umat-umat pemenang supaya kita tertidur dan terlena dengan kenikmatan dan kemegahan dunia ini.

Barangsiapa yang masih memikirkan perkara-perkara dunia / kenikmatan dunia ( harta , kekuasaan dan seks) berarti dia belum lahir baru , dalam kolose 3 : 2 Pikirkanlah perkara yang di atas 1 , bukan yang di bumi. 

Pikirkan Perkara-perkara diatas, berarti perkara yang tidak kelihatan dan sifatnya kekal, barangsiapa yang bisa memikirkan perkara-perkara surgawi, itu baru dapat dikatakan anak Allah yang sudah lahir baru.

Jadi saudara hati-hati dengan pikiran anda sendiri, seringkali kita memikirkan /fantasi/merancangkan sesuatu yang jahat dan tidak berkenan dimata Tuhan, Manusia seringkali dijatuhkan oleh keinginannya sendiri;oleh karena itu berhati-hati lah dan tetap fokus menjaga dan mengendalikan pikiran anda tetap fokus kepada Tuhan Yesus.

 Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak q  dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak r  dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu! (1 Korintus 14 :20)

Ditulis oleh RT

 

 

Share This Post

Posted by on October 19, 2012. Filed under ARTIKEL. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry