Mengendalikan mulut

Filed under: ARTIKEL |

Baca Amsal 18: 7 : ” Orang yang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya”

Soal untuk mengendalikan mulut adalah hal yang sulit, kita sering bertemu dengan orang-orang yang pada waktu berbicara itu selalu panjang lebar, selalu membicarakan / mengosipkan tentang kehidupan orang lain.Dan sering pula omong besar/ perkataan berlebihan tapi bukan kenyataannya, atau sering menjanjikan sesuatu tapi tidak pernah di realisasi janjnya (tong kosong berbunyi nyaring)

Sadar atau tidak, kita pernah melakukan sesuatu yang kadang-kadang mengobral janji,yang tidak pernah di tepati, kadang-kadang kita membanggakan diri sendiri yang sebenarnya tidak ada yang dibanggakan, bahkan kita sering sok tau padahal kita tidak tau apa-apa.

Kalau kita menyelidiki Alkitab, masalah mulut besar, sesuatu yang sering terjadi dalam kehidupan kita adalah masalah penting, bahkan perlu mendapat perhatian yang khusus, dalam Yakobus 3:10 dikatakan bahwa dari mulut yang satu bisa keluar berkat atau kutuk. dan seharusnya tidak boleh demikian. Mengapa peranan mulut yang satu itu penting ? Kita tahu dalam Yakobus 3 : 8 berbunyi demikian : tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun   yang mematikan.

Oleh karena itu, ada pepatah yang mengatakan bahwa kalau ingin mengetahui kelemahan orang lain, biarkan orang itu banyak bicara. kalau kita tidak ingin orang lain mengetahui kelemahan kita, biarlah kita sedikit berbicara.

Amsal 10:31 mengatakan bahwa mulut orang benar mengeluarkan hikmat, dalam Mazmur 39:2 dikatakan bahwa kita hendaknya menahan mulut kita dengan kekang, Mazmur 51:17 menambahkan supaya mulut kita memberitakan puji-pujian kepada NYA.

Oleh karena itu, seperti dikatakan dalam Mazmur 141:3, mintalah Tuhan mengawasi mulut kita, berjaga pada pintu bibir kita.

Mulut orang benar mengeluarkan Hikmat!..

Ditulis oleh RT

Share This Post

Posted by on October 20, 2012. Filed under ARTIKEL. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry