Mengatasi Amarah

Filed under: ARTIKEL |

Baca Mazmur  : 37:1-2 ” Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuhan – tumbuhan hijau “

Bacaan Alkitab kali ini menekankan kata ” marah” dan ” iri hati”, dua kata sifat yang kita harus waspadai agar tidak dibiarkan tumbuh dalam diri kita, Kita tidak boleh marah karena melihat orang yang berbuat “jahat”, tetapi tidak berarti kita setuju dengan perbuatan jahat, kita juga tidak boleh iri hati kepada orang yang berbuat ” curang” walaupin sifat curang harus kita berantas.

Sebagai orang percaya, janganlah kita melakukan hal-hal yang dapat mendatangkan murka Allah , hidup dengan membiasakan diri untuk mara yang berlebihan / tidak terkontrol dan mempunyai sifat iri hati , yang merupakan ciri khas orang orang dunia. pemazmur mengingatkan kita melalui Mazmur 37:1-2 ini hal-hal yang dialami orang yang berbuat jahat dan curang.

Berikut ini ada beberapa langkah yang dapat menolong kita lepas dari kemarahan yang berlebihan dan sifat iri hati.

Pertama,  Percaya penuh kepada Allah, artinya kita harus memiliki iman, dalam Ibrani 1:1 dikatakan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. Jadi ketika kita percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kita memiliki iman bahwa ia akan menolong kita menang atas sifat marah dan iri hati ini.

Kedua, “Melakukan”. Artinya, seperti tertulis dalam Yakobus 2:17, ” Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah Mati”, ini berarti sebagai orang percaya, kita harus berbuat baik, bukan saja kepada saudara-saudara seiman, melainkan juga kepada semua orang.Tidak cukup hanya beriman kepada Tuhan, kita juga harus mempraktekan ajaran-ajaranNYA dalam perbuatan nyata.

Ketiga, “Berdiam”.Artinya, bukan tidak bersuara atau tidak bergerak, tetapi berdiam dalam ajaran Tuhan.Kita merenungkan firman Tuhan, terutama yang berkaitan dengan sifat marah dan iri hati. lalu, kita bertekad untuk hidup berpadanan dengan firman Tuhan itu.

Keempat, “Berlakulah”. Artinya, tetap setia, bertindak seperti. Bila kita tetap hidup dalam ajaran Tuhan, meskipun banyak yang menghadapi pencobaan, kita pasti terhindar dari keinginan untuk marah atau iri hati. Tuhan akan memberikan kita kemampuan untuk dapat melewati semua pencobaan itu.

Kelima, “Bergembira”.Artinya, bersukacita ketika kita hidup penuh semangat dan sukacita.Kita akan melihat banyak peluang terbuka bagi kita. wajah kita tampak ceria dan hati kita pun meluap dengan ucapan syukur.

Bila kelima langkah itu kita ikuti dengan segenap hati, Tuhan berjanji akan memberikan apa yang kita inginkan. Mungkin ada yang berkata ” sulit sekali, mana mungkin bisa dilakukan !”. Apakah bisa hidup dengan pola yang demikian tanpa berdoa ?”.

Benar, saudara, memang tidak mudah menjalani pola hidup seperti itu, tetapi kita perlu mencobanya. Biasanya sesuatu yang belum dicoba akan kelihatan sulit dan rasanya hanya seperti teori doang, tetapi kalau kita sudah mulai mencobanya dan menjadikan hal itu bagian dari hidup kita, tentu tidak sulit.Justru ketika kita mencoba berjalan menurut pola hidup dunia, kita akan mengalami kesulitan (penuh dengan godaan) dan berkat Allah pun menjauh dari kita.

Jadi, marilah kita melatih diri agar hidup menurut pola Allah yang benar sehingga hal itu menjadi gaya hidup kita. 

Share This Post

Posted by on October 9, 2012. Filed under ARTIKEL. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry