Mengakhiri pertandingan

Filed under: ARTIKEL |

2 Timotius 4:7 “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”

Kalau kita menghadiri upacara kematian , tentunya kita banyak melihat bahwa banyak sekali pihak yang berduka pada saat itu, khususnya keluarga yang ditinggalkan, memang secara emosional dan perasaan manusia sangat merasakan kehilangan orang yang dicintainya / dikasihinya.

Seringkali orang kristen yang sudah lama mengecap kebaikan Tuhan, masih sering mempunyai emosional dan berat meninggalkan kehidupan yang fana ini, kehilangan saudara/i yang kita kasihi bukan berarti dunia ini menjadi runtuh / hancur, tapi semua manusia pasti akan kembali kepada sang Pencipta.

Ada seorang ibu yang kehilangan anaknya meninggal dunia dikarenakan sakit, sebelum kematian menjemput si anak, si ibu menunggu anaknya di ruang ICU, tanpa memperhatikan kondisi tubuhnya yang lemah, bahkan dia tidak nafsu makan karena masalah anaknya itu. dia sangat menyiksa tubuhnya sendiri dengan tidak makan, tidak istirahat, stress memikirkan anaknya yang sedang gawat di ruang ICU, Seakan-akan tidak ada hari esok untuk sang ibu dan anak untuk bertemnu kembali, dan sebenarnya si ibu adalah seorang kristen yang aktif dan sudah mengerti kebenaran, tapi mengapa hal ini bisa terjadi ?

Dr Payson meninggal tahun 1827. Sesaat sebelum meninggal ia mengatakan bahwa ” Pertempuran sudah dijalankan dan kemenangan sudah diraih. Saya akan mandi dalam lautan kekudusan dan kebahagian yang kekal.

Dua kisah diatas sangat bertolak belakang, yang satu masih berat untuk meninggalkan orang yang dikasihi, tapi yang satu sangat bersuka cita karena dia sudah mengakhiri pertandingan iman dengan baik, dan menantikan kehidupan kekal di langit baru dan bumi baru.

Berat dalam meningalkan sesuatu yang fana, berarti dia masih mencintai dunia ini dan berserta kesenanganya, jika seseorang sudah dipersiapkan kepada saat – saat terakhir, seharusnya berdoa mengucapkan syukur kepada Tuhan bahwa Tuhan sudah mengakhiri pertandingan iman di dunia ini, sehingga dia sudah bisa meninggalkan kehidupan di dunia untuk masuk ke kehidupan yang akan datang yaitu langit baru dan dunia baru bersama kerajaan Allah dan semua umat kudusnya.

Bagaimana dengan saudara, jika salah satu anggota keluarga meninggalkan kita dalam dunia ini ? 

Share This Post

Posted by on October 5, 2012. Filed under ARTIKEL. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry