Membayar Pajak

Filed under: Teologia Kebenaran |

Baca Matius 22:17 : “Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”

Kisah Tuhan Yesus ketika ingin dicobai oleh orang Herodian dan orang Farisi, perlu saudara ketahui bahwa orang herodian adalah orang-orangnya kaisar / orang yang pro kepada kaisar, pada waktu itu kaisar yang berkuasa adalah kaisar romawi sedangkan orang farisi adalah orang-orang yang benci kepada kekaisaran romawi, ketika Tuhan Yesus Ditanya didalam matius 22:17 ; Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”  sebenarnya orang farisi dan orang herodian ingin menjebak Tuhan Yesus dengan pertanyaan ini, jika Tuhan Yesus menjawab tidak boleh, maka orang herodian akan menuduh  bahwa Tuhan Yesus mengajarkan untuk melawan kaisar dengan tidak membayar pajak. Tetapi jika Tuhan Yesus menjawab harus membayar pajak kepada kaisar, maka Tuhan Yesus akan dibenci oleh orang farisi, karena pada zaman itu orang farisi sangat membenci kaisar romawi.

Bagaimana dengan jawaban Tuhan Yesus ketika ditanya pertanyaan tentang membayar pajak ?

Tuhan Yesus menjawabnya dengan Hikmat, dikatakan dalam Matius 22 :17 -21 ; Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?, Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik ?, Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu. Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: Gambar dan tulisan siapakah ini?, Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah. Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi.

Saudaraku, banyak sekali praktek didalam dunia bisnis, yang menghalalkan dua pembukuan dalam laporan keuangan perusahaan, yang pertama laporan keuangan yang sebenarnya, dan yang kedua adalah laporan yang sudah dikurangi penjualan dan profitnya, dua versi laporan keuangan dan 2 versi rekening bank, yang sering disebut internal dan external, dalam artian laporan tidak dilaporkan semuanya, karena jika tidak dilakukan hal itu akan mengakibatkan bayar pajaknya besar, dan lagian jika kita lakukan pembayaran full, toh orang pajak akan datang kembali mencari-cari kesalahan kita, dan akhirnya kita harus mengeluarkan uang extra lagi untuk orang pajak, kata-kata ini seringkali kita dengar dari seorang praktisi maupun pengusaha zaman sekarang.

Bahkan ada seseorang yang berkata demikian, kami rela membayar pajak kalau di amerika, kalau di indonesia gak rela, kenapa bisa demikian, dia menjawab kalau membayar pajak di indonesia tetap aja jalan-jalan bolong-bolong, kalau di amerika jalan gak pernah ada yang bolong. karena kalau jalan bolong dan sudah dilaporkan oleh warga, dalam seminggu tidak ada yang membetulkan jalan tersebut, maka jika terjadi kecelakaan atas jalan bolong tersebut pemerintah daerah dapat dituntut.

Saudaraku, Kisah diatas adalah kisah berdasarkan hitung-hitungan, rela atau tidak rela karena faktor korupsi, tetap saudaraku seperti Tuhan Yesus katakan, uang yang anda pegang adalah uang negara siapa? dan uang tersebut milik siapa? berikan porsi yang seharusnya menjadi bagian negara dan berikan juga porsi yang seharusnya untuk Tuhan.

Jika anda sekarang berprofesi sebagai pengusaha dan praktisi maupun pelaksana dibidang perpajakan, yuk kita semua juga  belum sempurna tapi kita mau melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepada kita mengenai membayar pajak, kita harus membayar pajak sesuai yang harus kita bayar, tanpa harus kita tutupi dengan tipu daya muslihat.

Mengambil Bagian Dalam kekudusan Allah berarti anda melakukan Kehendak Tuhan dengan membayar pajak sejujur-jujurnya.!

Ditulis oleh : RT

 

 

Share This Post

Posted by on October 28, 2012. Filed under Teologia Kebenaran. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry