Manusia dicobai oleh dirinya sendiri

Filed under: ARTIKEL |

Baca Markus 14:38 : ” Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Banyak sekali saya dengar bahwa pencobaan datangnya dari Tuhan, sebaliknya saya juga pernah mendengar bahwa orang orang itu berkata bahwa dirinya dicobai oleh Iblis, dan ada juga orang orang itu berkata bahwa mereka dicobai oleh dirinya sendiri, jadi sebenarnya pencobaan datangnya bisa dari Allah, iblis dan dirinya sendiri.

Pencobaan yang paling sering terjadi adalah dari diri manusia itu sendiri, itulah yang sering ditekankan oleh Tuhan Yesus kepada murid-muridnya, sebab keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup adalah 3 unsur yang ada didalam daging manusia yang berdosa, manusia diakhir jaman ini banyak yang menginginkan kekayaan dalam waktu singkat, menginginkan kehormatan, maupun menginginkan hidup yang selalu memuaskan tubuhnya dari berbagai hawa nafsu. itu sudah merupakan kodrat manusia bahwa manusia di penjara oleh 3 hal diatas.

Di jaman sekarang ini, kekayaan dan kesuksesan adalah dambaan hampir setiap manusia, semua dosa yang timbul sebagain besar timbul dari keinginan hati, yang bukan merupakan keinginan dari Tuhan, jadi banyak sekali manusia hanya mementingkan egonya sendiri, sehingga tidak heran dijaman sekarang ini terutama dikota-kota besar orang hidup lebih mementingkan dirinya sendiri dibandingkan mementingkan kepentingan orang lain, kasih sebagian orang sudah hilang bahkan punah, manusia hidup hanya untuk dirinya sendiri dan bukan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Didalam yakobus 1:14 : ” Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. “, Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut, jadi manusia seringkali dicobai oleh keinginan dirinya sendiri, oleh karena itu sadarlah kita yang mengaku sebagai anak-anak yang sudah ditebus, bahwa keinginan kita adalah masalah terbesar dalam diri kita sebagai penghalang untuk berada didalam kekudusan Allah, jadi yang terpenting yang harus kita lakukan adalah selalu berdoa dan berjaga-jaga dan membaca firman tuhan serta berakar yang kuat kedalam dirinya.

Didalam Lukas 8 :13 ” Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. “, mereka murtad setelah mereka menghadapi pencobaan. itulah orang-orang yang menjadi kristen hanya sebagai formalitas saja, datang kebaktian, ibadah dan pelayanan hanya sebagai formalitas yang harus dijalankan sebagai kebiasaan seorang kristen.

Apakah setiap orang kristen tidak boleh mempunyai keinginan? Tuhan menghendaki kita mempunyai keinginan dalam hidup ini, kita harus menyelaraskan keinginan hati kita dengan keinginan Tuhan, sulit bukan ? hal itu bisa dilakukan jika kita memiliki kepekaan terhadap kehendak Tuhan, mintalah selalu didalam doa dan pengharapan, dengan hidup yang terus bergumul dengan Tuhan, hati kita akan semakin peka terhadap kehendak Tuhan, Bagaimana membedakan suara hati kita dengan suara hati Tuhan ? Kalau kita mempunyai kepekaan terhadap kehendak Tuhan, segala keinginan dan perbuatan kita arahkan  untuk kemuliaan nama Tuhan bukan untuk memuaskan keinginan atas kebutuhan kita di dunia ini.

Jadi untuk dapat tetap mengambil bagian dalam kekudusan Allah, selain berdoa dan berjaga-jaga, kita harus mengakar didalam firman tuhan, sehingga kita dapat bertumbuh dalam kebenaran dari Firman Tuhan.

Share This Post

Posted by on November 19, 2012. Filed under ARTIKEL. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry