Iman Menghadirkan Kerajaan Allah

Filed under: Teologia Kebenaran |

Iman Yang Semakin Kuat

 

Ibrani 11:22

Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 55; Kisah Para Rasul 27; Imamat 20-21

Jika kita mengingat kisah kehidupan mengenai Yusuf, tentu kita ingat bagaimana imannya sungguh teruji. Semasa remaja ia menerima janji Tuhan bahwa suatu hari ia akan memerintah atas seisi rumahnya. Namun apa yang ia alami justru sebaliknya, ia dibuang ke sumur dan kemudian di jual sebagi budak oleh saudara-saudaranya. Namun ujian atas imannya tidak berhenti disitu, ia kemudian di fitnah oleh istri tuannya dan dipenjara. Dipenjara selama belasan tahun, Yusuf seperti dilupakan. Namun pada waktunya Tuhan angkat Yusuf dan menjadikan penguasa atas seluruh Mesir menggenapi janji Tuhan.

Namun yang sedikit aneh, penulis kitab Ibrani tidak menyebutkan  iman Yusuf dimasa mudanya atau di puncak karirnya dimana ia dengan kelembutan hati mau mengampuni saudara-saudaranya. Ibrani mencatat mengenai iman Yusuf berkaitan dengan pesan terakhirnya, yaitu meminta orang Israel membawa tulang-belulangnya ke Tanah Perjanjian.

Mengapa demikian? Sepertinya penulis kitab Ibrani ingin mengingatkan kita bahwa iman itu harus terus bertumbuh hingga nafas terakhir kita sama seperti Yusuf yang hingga nafas terakhirnya ia tetap percaya bahwa janji Tuhan pasti digenapi, yaitu Tanah Perjanjian itu pasti akan diberikan kepada Israel.

Jika dalam kehidupan ini semua yang ada bersama dengan bertambahnya hari menjadi semakin tua, semakin pudar dan lapuk, namun tidak dengan iman. Sama seperti manusia batianiah kita yang “dibaharui dari sehari ke sehari” (2 Korintus 4:16) demikian juga seharusnya iman kita, semakin hari semakin kuat dan semakin jelas kita melihat janji Tuhan.

Cara melatih otot jasmani dan otot iman itu serupa, semakin banyak beban kita angkat maka otot kita akan semakin kuat. Jadi jangan takut dengan beban dan tekanan.

source: crosswalk

Share This Post

Posted by on February 24, 2012. Filed under Teologia Kebenaran. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry