Ibadah mencakup totalitas kehidupan

Filed under: ARTIKEL |

Baca Roma 12:2 ” Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”

Seorang pemuda senang sekali kalau ia sudah pulang dari gereja pada hari minggu.Selanjutnya ia kembali menjalani kehidupannya sebagai seorang pezinah. Baginya berzinah / berselingkuh adalah suatu kenikmatan yang wajar yang dinikmati oleh manusia yang masih dalam kedagingan, mumpung masih muda dan sambil menghibur hatinya berkata kepada hati nuraninya bahwa kita masih dalam daging, ada suatu waktu kita dapat melepaskan kebiasaan itu, Tapi Nanti gak tau kapan.

Bagaimana pendapat saudara terhadap pemikiran pemuda ini? pasti jawabannya tidak setuju. Sebenarnya ibadah tidak cukup hanya datang ke gereja pada hari minggu saja, tetapi juga mencakup sikap dan tindakan hidup manusia sehari-hari terhadap Allah dan sesamanya (Roma 12:1-2). Sikap dan tindakannya harus sama dengan ibadahnya dan harus mengarah untuk kemuliaan Allah dan kepentingan sesama manusia, bukan individu (yakobus 1:27; 2 timotius 3:1-9).

Sikap hidup yang selalu berorientasi untuk memuliakan Allah merupakan sikap yang wajib bagi setiap individu Kristen, Mungkin ketika seseorang baru menjadi percaya, ia mulai memiliki pengetahuan tentang berbuat baik, lalu ia terus bertumbuh agar semakin hari semakin serupa dengan Yesus. Hal itu dilakukan selama ia hidup di dunia.

Sikap hidup seperti ini juga merupakan bagian dalam ibadah kita kepada Sang Pencipta, oleh karena itu, ada pepatah yang mengatakan bahwa bukan hanya dalam gereja, melainkan juga diluar gereja, bahkan ketika melakukan berbagai aktivitas lainnya, kita juga sedang beribadah kepada Allah.

sekali waktu seorang ibu mengantar anaknya kesekolah, disana ia sering menjumpai bahwa ibu-ibu yang lain membicarakannya. Pada kesempatan lain, ibu tersebut juga mendengarkan dirinya digosipkan oleh ibu-ibu yang lain. sang ibu tidak membalas dengan kemarahan, tetapi ia tetap bersikap ramah terhadap ibu-ibu itu. Bahkan ia suka menolong mereka bila ia melihat diantara ibu-ibu itu mengalami kesulitan. Akhirnya para ibu itu menjadi engan untuk mengosipkan sang ibu tersebut. Meskipun ia menjadi bahan gosip,ia tetap berbuat baik.

Bagaimana dengan saudara? apakah saudara tetap berbuat baik ketika orang mengosipkan Saudara, atau malah sebaliknya, marilah kita meneladani karakter Yesus Kristus, apa bedanya kita dengan orang dunia / agama lain, banyak agama lain diluar sana yang berbuat baik lebih dari kita dan sangat jauh dibandingkan dengan perbuatan kita? kita harus menjadi teladan dan terang dan garam bagi orang sekitar kita dan dimanapun kita berada, kita harus mencerminkan kristus dalam hidup kita.

Ibadah adalah langkah awal mengubah akal budi seseorang menjadi baik, itu adalah tanda awal seseorang disebut hidup baru

Ditulis oleh : RT

Share This Post

Posted by on October 11, 2012. Filed under ARTIKEL. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry