Doktrin Berbahaya Sekali Selamat Tetap Selamat

Filed under: Teologia Kebenaran |

Sekali Selamat Tetap SelamatFokus gereja pada jaman ini adalah penginjilan kepada orang-orang yang belum mengenal injil, tapi jarang sekali menginjili sesama kristen untuk pengajaran yang sesat menjadi murni dengan firman Allah.

Mungkin sering terdengar di telinga pengajaran One Saved Always Saved atau disebut OSAS yang artinya sekali selamat tetap selamat, pengajarin ini berasal dari calvinisme, yang mengajarkan seseorang sekali selamat maka akan tetap selamat, karena keselamatan dari Tuhan, dan sifatnya Absoulte dan tidak bisa di ganggu gugat. tapi pada kenyataannya ajaran seperti ini memberikan iman yang melempem / tempe dan tidak menghormati allah, dan cenderung melakukan keinginannya sendiri dibanding melakukan kehendak Tuhan, karena tidak membuat orang kristen berusaha untuk mempertahankan keselamatannya dengan takut dan gentar.

Benarkah doktrin sekali selamat tetap selamat berbahaya dan sesat?

Mari kita kaji beberapa bukti dan penjelasan dibawah ini:

Perbedaan Penganut OSAS dan Non OSAS

Penganut OSAS

1. Keselamatan pemberian Allah dan bukan dari perbuatan baik, dengan perbuatan baik, manusia tetap tidak bisa selamat, karena keselamatan adalah Anugerah yang diberikan kepada orang-orang yang dipilih dan ditetapkan.

2. Manusia lebih cenderung tidak berusaha untuk mempertahankan keselamatannya, dikarenakan Manusia tidak akan bisa untuk sempurna, karena manusia adalah daging, jadi persepsinya Tuhan akan memaklumi segala kelemahan kita dan kita akan dituntun oleh roh kudus untuk hidup lebih kudus dan bukan dari diri sendiri, tapi Tuhan yang mengubah kita, supaya kita bisa hidup kudus.

Jadi tidak ada target yang ditentukan oleh penganut OSAS terhadap mahkota keselamatanya, dan dalam jangka panjang doktrin ini akan memproduksi orang orang kristen yang pasif, karena orang diselamatkan oleh karena anugerah bukan karena perbuatan baik, jadi manusia bisa hidup kudus dan sempurna adalah karya dari roh kudus, bukan dari manusia itu sendiri yang merespon keselamatan itu.

Penganut NON OSAS

1. Keselamatan itu adalah benar pemberian Allah, dan Allah yang memulai keselamatan itu, tanpa Pengorbanan Yesus di Kayu Salib, manusia tidak ada yang selamat, oleh karena itu Keselamatan adalah Anugerah Tuhan yang termahal, dan tidak bisa dibayar oleh apapun, itu konsep Keselamatan yang benar, segala sesuatu di awali oleh Anugerah, dan sifatnya Anugerah adalah diberikan oleh setiap orang yang mau membuka hatinya untuk menerima anugerah tersebut. Didalam Matius 22 Tuhan Yesus memberikan perumpamaan Hal Kerajaan Sorga, ibaratnya seorang Raja ingin mengadakan Pesta perjamuan kawin untuk anaknya, tapi yang diundang tidak datang, maka raja memerintahkan untuk mengundang siapa saja yang ditemui di jalan, tanpa memandang suku, ras dan sebagainya. jadi keselamatan itu diberikan Tuhan kepada siapa saja, bukan ditentukan oleh Tuhan.

Dan kalo keselamatan itu ditentukan oleh Tuhan, maka Tuhan menjadi tidak adil, dan tidak diperlukan penghakiman tahta suci, karena ada orang yang ditentukan selamat dan ada orang yang tidak ditentukan selamat, jadi tidak diperlukan pengadilan, karena keselamatan dari Tuhan dan bersifat absolute.

2. Setelah mendapat Keselamatan dan kasih Anugerah, apa yang harus dilakukan oleh Manusia itu sendiri? Ingat manusia masih dalam daging, sifat daging adalah dosa sebab daging adalah lemah dan roh adalah penurut, apakah setelah mendapat keselamatan itu kita bisa sempurna ? jawabnya tentu bisa, dengan bantuan roh kudus yang bisa sempurna seperti yang Tuhan Inginkan.

Jadi peran manusia dibutuhkan setelah menerima keselamatan itu, apakah manusia itu menghormati Allah atau tidak menghormati Allah, hanya sekedar percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat atau mau melakukan seperti apa yang Tuhan Yesus lakukan di dunia, sebab pada mulanya adalah firman dan firman menjelma menjadi manusia, dan yesus adalah firman itu sendiri yang menjelma menjadi manusia, Tuhan Yesus memberikan dirinya, mengosongkan dirinya dan mengambil rupa sebagai hamba dan taat sampai mati kepada Bapa di sorga, ini merupakan teladan bagi kita, apakah kita yang sudah menerima keselamatan, bisa mengorbankan nyawa / sukei, sukei berarti nyawa, nyawa bisa diartikan kesenangan hidup, apakah kita sebagai orang kristen memikirkan perkara2x yang diatas ? atau masih memikirkan perkara perkara dibumi ? itu yang membedakan manusia yang sudah lahir baru atau belum?

Pemikiran inti didalam logika yang diajarkan oleh firman Allah di Alkitab, Tuhan Yesus mengambarkan keselamatan / Kerajaan Sorga seperti :

1. Tuhan Yesus  menyebut perumpaan mengenai 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana, didalam Matius 25, Perumpaan mengenai hal kerajaan sorga disebut seperti perumpaan 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana, 5 gadis bijaksana selalu menyediakan cadangan minyak, Minyak melambangkan firman Allah, sehingga pelita hidupnya yang melambangkan roh kudus tetap menyala nyala dihadapan Allah, dibandingkan 5 gadis bodoh, yang hidupnya merasa Tuhan Yesus tidak akan datang secepat itu, dan hidupnya sembrono dan tidak berjaga jaga, tertidur oleh kenikmatan dunia. Keduanya sama sama menunggu Mempelai datang, yaitu Tuhan Yesus Kristus. jadi 10 gadis itu percaya dan sedang menunggu kedatangan Tuhan, sama sama orang percaya.

2. Tuhan Yesus menyebut perumpaan mengenai Keselamatan dan hal kerajaan sorga, mengenai tamu yang hadir tidak mengenakan pakaian pesta,itu berarti dia tidak mengenakan pakaian kekudusan, pakaian pesta melambangkan pakaian kekudusan, yang akan kita pakai pada saat bertemu sang juru selamat kita.

3. Tuhan Yesus menyebut perumpaan mengenai keselamatan dan hal kerajaan sorga, mengenai ranting yang tidak berbuah didalam Yohanes15 , Tuhan Yesus berkata bahwa Tuhan Yesus adalah Pokok Anggur, ranting tidak akan berbuah jika ranting tersebut tidak tinggal di dalam pokok anggur tersebut, ini berarti orang kristen harus hidup didalam Yesus, dan Yesus didalam kita, sama seperti Yesus tinggal di dalam Bapa, dan Bapa didalam Yesus.

Jika orang kristen tidak berbuah, berarti hidupnya tidak tinggal didalam Yesus, hidupnya jauh dari cara hidup yang sudah diperagakan Tuhan Yesus sewaktu dia menjadi manusia, bagaimana dia hidup kudus, taat kepada Bapa di sorga sampai mati demi misinya menyelamatkan manusia dari dosa.

Dengan pemaparan diatas, diharapkan kita mendapat injil yang murni berdasarkan firman Allah, jadi doktrin sekali selamat tetap selamat akan membahayakan keselamatan orang kristen tersebut, akan membuat hidupnya tidak akan berusaha mengejar kekudusan allah dan melakukan KehendakNYA, karena tujuan Allah mengirimkan anaknya tunggal adalah untuk mengembalikan manusia kepada rancangan Tuhan Semula. jadi motivasi kita setelah menerima kesalamatan adalah berbuat baik, dan motivasi perbuatan baik ini bukan untuk kita diselamatkan dari api kekal, tapi kita berbuat kebaikan karena kita menghormati karya keselamatan Yesus, dan mau memberikan hidup kita untuk selalu melakukan kehendaknya.

Didalam Ibrani 6:4-6, Bagaimana orang yang sudah selamat, tapi masih jatuh bangun dalam dosa, dosa yang disengaja tidak akan dilakukan lagi oleh orang orang yang benar benar sudah mengerti kebenaran, karena kalo dia melakukan dosa itu tetapi sudah mengerti kebenaran, berarti orang kristen tersebut tidak menghormati Allah, dan banyak orang kristen akan berseru seru didalam matius 7:22-23, Tuhan tuhan bukankah aku sudah mengusir setan dan bernubuat demi namamu,  dan waktu itu  Tuhan Yesus akan berterus terang akan berkata “aku tidak mengenal kamu , hai kamu sekalian pembuat kejahatan”

 

Share This Post

Posted by on August 25, 2014. Filed under Teologia Kebenaran. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry