Celah Dosa

Filed under: ARTIKEL |

Baca Kolose 3:2 ” Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. “

Fakta membuktikan dan hal ini  dialami oleh setiap manusia bahwa sungguh sulit untuk mengarahkan pikiran kita kepada hal-hal yang positif, sebab    apa yang dilakukan oleh manusia itu berasal dari pikirannya, maksudnya adalah apa yang akan diperbuat oleh manusia itu dipengaruhi oleh pikiran manusia itu sendiri.

Dan hal mengarahkan pikiran kita kepada hal-hal yang positif  adalah hal yang sulit dilakukan oleh manusia, kenapa demikian karena manusia secara kodratnya adalah mahluk yang bebas, mahluk yang diberikan kebebasan oleh Tuhan dalam memilih jalan kehidupannya, apakah manusia itu mau digiring kedalam jalan dari Tuhan, ataukah manusia itu mau ikut dalam jalannya Iblis ?

Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:8), firman Tuhan menekankan kepada kita bahwa kita harus mengusahakan pikiran yang bersih, pikiran yang mulia dan benar, apa yang manis didengar,patut dipuji , Pikirkanlah semuanya itu.

Mengendalikan untuk mengarahkan pikiran kita kepada hal-hal yang positif  terlebih lagi kepada hal-hal yang Illahi adalah hal-hal yang sulit untuk dilakukan dalam sekejap, tapi itu bisa kita dapat dengan berlatih dengan keras dan  kita mau berkomitmen untuk  menjaga kesadaran kita  detik demi detik, untuk tidak membuka celah dosa dari pikiran kita sendiri, sebab penyebab godaan manusia jatuh dalam dosa sejak manusia dijadikan yang dialami oleh Adam dan Hawa adalah dari pikirannya sendiri, yang menyebabkan manusia jauh dari kemuliaan Tuhan.

Secara paralel dengan dunia kita sekarang, celah dosa pikiran banyak sekali, contohnya : percabulan, perzinahan, iri hati, dendam, kekuasaan, kekayaan, perseteruan / pertengkaran, sifat membalas kejahatan dengan kejahatan adalah sifat asli manusia yang masih dalam daging. oleh karena itu kita tidak akan memberikan peluang  “sedikitpun” untuk iblis merasuki kita dengan pikiran-pikiran yang tidak berkenan kepada Allah, apa yang dipikirkan manusia itulah yang diperbuat oleh manusia itu sendiri, oleh karena itu kita selalu berlutut dan berdoa serta memohon kepada Tuhan Yesus, untuk menguasai pikiran kita dengan Pikiran Allah, sehingga apa yang kita perbuat akan selalu menyenangkan hati Tuhan.

Maukah saudaraku, menyadari bahwa pikiran manusia bisa menyebabkan kehancuran dunia, bahkan membuat Tuhan murka, oleh karena itu kita mau berdoa dan berjaga-jaga selalu menjaga pikiran kita tetap berfokus kepada Allah setiap detik, menit, jam sampai Tuhan Yesus datang kembali ?

Mazmur 119: 59 : “Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, n  dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu.”

Ditulis oleh: RT

Share This Post

Posted by on November 26, 2012. Filed under ARTIKEL. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>